random

Kurasa

Kurasa, semakin lama hal ini menjadi semakin buruk saja..

Dua hari aku tidak masuk kuliah.

Memar di lengan dan betisku masih ada. Kupikir benar saja, malam itu sepertinya aku benar-benar tergelundung dari tangga.

 

Hari budaya dihapuskan. Begitu juga dengan pimits ITS.

Pimits 14 adalah yang terakhir. Aku tidak begitu mengerti, apa yang sebenarnya mereka bicarakan. Entah apa karena aku yang bebal, atau memang telingaku ini sudah karatan.

Kurasa, entahlah. Kenapa aku jadi pesimis seperti ini? Kemana larinya energiku..

Terkadang ingin kubenturkan saja badan dan kepalaku sekeras-kerasnya, hingga luka, hingga berdarah, hingga bisa kembali merasa.

Hampa. Kosong.

 

Kurasa.

Mungkin bukan hanya aku.

 

Aku menunggu antrian di bangku. Anehnya, entah kenapa aku malah lari.

Tiba-tiba, merasa harus menjelaskan sesuatu tentang dirimu sendiri itu terasa begitu mengerikan.

Kurasa, mungkin hanya aku saja.

Kurasa, iya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s