random

Kabut

Kabut itu memenuhi semua sisi penglihatan. Dingin.

Bumi seolah diasapi..

 

Terpikirkan olehku segalanya. Bersembunyi di balik punggung teman baikku. Rasa sesak. Kerinduan. Kebutuhan.

Bahwa Tuhan, aku ingin berada dengan Engkau lebih dekat, lebih erat.

Segala hal tak terasa telah meracuni, segala yang terasa tidak tepat, segala kebisingan, segala keriuhan, segala kepenatan, riuh, ketidakpuasan, kekeraskepalaan, ketidakmengertianku.

Aku ingin memulai segalanya dari awal.

 

Aku ingin berteriak, menjambak, menendang, memukul segala hal yang ada di depanku. Tapi begitu mata ini terbuka, begitu sekali tersadar bahwa kakiku masih menapak di atas tanah, begitu telinga ini bisa mendengar, keheningan itu menguasai. Ketenangan yang menghancurkan. Bergeming kokoh.

 

What do I want the most?
What do I want the most?

Sepertinya baru seminggu yang lalu kulontarkan pertanyaan itu pada temanku. Sekarang kutelan kukemuh kalimat itu sendiri dalam pemikiranku.

 

Kabut itu pasti berujung. Pagi yang cerah pasti sedang menunggu di ujung sana. Rasa dingin ini pasti ada akhirnya..

Hampa yang tak tersesap mengkristal menjadi kekuatan.

 

“Ya Allah, aku memohon petunjuk daripadaMu dengan ilmuMu dan aku memohon ketentuan daripadaMu dengan kekuasaanMu dan aku memohon daripadaMu akan limpah kurniaanMu yang besar. Sesungguhnya Engkau Maha Berkuasa sedangkan aku tidak berkuasa dan Engkau Maha Mengetahui sedangkan aku tidak mengetahui dan Engkaulah Yang Maha Mengetahu segala perkara yang ghaib. Ya Allah, seandainya Engkau mengetahui bahwasanya urusan ini  adalah baik bagiku pada agamaku, kehidupanku dan kesudahan urusanku cepat atau lambat, takdirkanlah ia bagiku dan permudahkanlah serta berkatlah bagiku padanya dan seandainya Engkau mengetahui bahawa urusan ini mendatangkan keburukan bagiku pada agamaku, kehidupanku dan kesudahan urusanku cepat atau lambat, maka jauhkanlah aku daripadanya dan takdirkanlah kebaikan untukku dalam sembarang keadaan sekalipun kemudian ridhailah aku dengannya”.

 

Amin.

 

Kukunyah tablet doa itu seperti vitamin. Semoga, apa pun itu, adalah sebuah keputusan yang senantiasa akan membawa kebaikan..

 

Advertisements

2 thoughts on “Kabut

  1. You should defintely write a book, one dramatic story iunvolving love, loss, self discovery and the likes. I’ll definitely buy one.

    You words are insanely strong! 🙂

    • Alhamdulillah, rencana penulisan buku memang sudah ada. Untuk saat ini masih berupa kumpulan cerpen kompilasi bersama beberapa teman yang memang sama-sama menyukai fiksi. Sekarang masih dalam proses editing dan revisi, mohon doanya semoga kami bisa mendapatkan kelancaran dan kemudahan.. Dan semoga suatu saat nanti saya bisa membuat buku saya sendiri. Amin..

      (beneran beli yo mas.. awas nek nggak..!! nanti aku akan menghantui blogmu.. 😀 hahhaaaaa)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s