random

Saya bawa jas almamater. Saya mahasiswa.


tanggal :19 Januari 2012
waktu   : 16.17 WIB
tempat  :salah satu sudut di dalam area kampus Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Pelaku utama : aku

Suasana pos SKK (satuan keamanan kampus) di salah satu sudut gedung di dalam kampus ITS tersebut lumayan lengang. Selain karena cuaca yang hujan gerimis dan langit kelabu sejak tadi siang, semua orang memang sudah banyak yang pulang dan berada di rumah. Kondisi libur akhir semester yang dialami mahasiswa tiap awal tahun setelah menempuh ujian akhir semester membuat kampus ini lebih sedikit hening daripada biasanya.

Aku berdiri mencangklong tas ransel dan menjaga tanganku menutupi pantat celanaku yang basah karena duduk di jok sepeda yang menyesap air hujan tanpa kira-kira. Di depanku, ada empat orang bapak-bapak SKK dengan posisi duduk di balik meja, dan dua bapak satuan keamanan lainnya dalam posisi berdiri. Semua menatapku. keenam pasang matanya, posisinya 6 : 1. Aku menghela nafas panjang. Hujan pun berfirasat, dia bersin lebih kencang.

aku  :   “Maaf Pak, saya diminta bapak parkir di sana lapor karena tidak membawa STNK”

SKK :   “OOO..”
SKK :   “Ini diisi dulu formulirnya”

SKK :   “Karek piro? Nek arep entek, fotokopi meneh”

SKK :   “Ijek koq. Ini mbak. Punya bulpen?”

(di tangannya SKK1 memegang bulpen pilot hitam tanpa tutup. Aku sudah membuka ranselku, lalu..)
SKK :   “Wes mbak, pake’ ini saja”
(bulpen disodorkan, belum kupegang)
SKK :   “KTM mu mana mbak?”

Aku :   “ndak bawa Pak”

SKK :   “KTP?”

Aku :   “Ndak bawa juga Pak”

SKK :   “Kartu Perpus?”
(menarik kembali formulirnya dan menutupnya dengan koran)

Aku :   “Saya ndak bawa dompet Pak.”

SKK :   “KRSM?”

Aku :   “BAUK sudah tutup Pak. Ndak bisa nyetak.”

SKK :   “Lho trus kamu koq bisa gak bawa apa-apa itu gimana?”

Aku dan SKK :   “Gak bawa dompet..”

SKK :   “Wah mbak, ya gak bisa. Harus ada jaminannya. Bagaimana kita bisa tahu kalau mbak’e yang punya sepeda motor?”

SKK :   “Wes ojo, engko kejadian meneh koyo nduk Sipil wingi.”

Aku :   (spontan)” Saya bukan pencuri pak”
#efek kepedean#

SKK :   “Lah trus apa yang bisa membuktikan kalau kamu mahasiswa ITS?”

Aku :   (Diam. Hujan tambah deres)

SKK :   “Kalau gak ada buktinya gak bisa mbak”

Aku :   “Kamu gak bawa apa-apa yang bisa membuktikan kalau kamu mahasiswa ITS? Aku yo gak apal mbak wajahmu iku mahasiswa apa bukan” #sengak mode on. Berasa keren karena memakai jaket sendiri.

Aku :   “Saya bawa JAS ALMAMATER Pak.”
(Saya juga ndak hafal wajah Bapak ini SKK apa Satpam Blok U. tersinggung karena berasa keren habis naik tangga rektorat)

Tiba-tiba suara hujan hilang, segalanya hening. Bahkan aku.

Dan setelah selesai otakku mencerna dan menerima prasangka bukan mahasiswa, aku baru sadar. Bahkan hujan pun  ikut tertawa. Semua orang, yang duduk yang berdiri, keenam-enamnya sedang terpingkal. Otakku sama sekali tidak nyetrum, lalu demi budaya latah indonesia, aku juga ikut tertawa. Lebih keras.

SKK :   “Moso’ dijamin rasok’an. wakakakkaaa”

Skak Mat.

Jadi, kegilaanku manakah yang kamu dustakan??

pantat celanaku serasa kering tiba-tiba karena panasnya hawa sungkan.

(_ _”)a

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s