random

Swamp Swimming

Setelah pulang dari rafting kemaren, rasa-rasanya leher saya hampir patah. Kepala pusing tujuh keliling, di apit jepit di Puspa Indah selama satu jam, setelah satu setengah hari sebelumnya belum makan dan harus di kocok di perahu karet, di atas air deras pula (liat air aja mumet), akhirnya… seharian saya tengong. leher ke atas rasae gak karu-karuan. Sudah begitu, ternyata CD foto yang kami beli dari penyedia raftingnya, ternyata, K.o.s.o.n.g.
-_____-”

Overall, rafting saya berjalan menyenangkan. Sangat malah. Setidaknya, lain kali harus nyoba Songa atas. Ciyuusss!! Rafting itu asyiikk..
Meskipun pulang dengan belang-belang kepanasan, kehujanan, berjejalan di dalam bus, tapi terbayarkan koq. Tapi kebahagiaan rafting saya tak berlangsung lama, 😛
Saat pulang saya di sambut dengan daftar nilai akademik yang sudah keluar. Hasilnya adalah, saya gagal di dua mata kuliah, satu mata kuliah terselamatkan, satu mata kuliah lagi kritis. Dan yang kritis ini 7 sks. Kaya’ serangan jantung, habis di kocok rafting saya langsung nyemplung berenang di kolam rawa. Megap2!!!

Meskipun saya sudah mengantisipasi rasa kecewa, sedih, dan rasa bersalah saya karena terjerumus pada kebodohan sesat bernama cinta, tapi ternyata rasanya tetap amat sangat menyakitkan. Bahwa saya seharusnya bisa bertahan lebih baik, melakukan lebih baik, membuang racun b******n itu sejak lama, kekecewaan itu menyakitkan. Dengan kram leher, ingin rasanya hanya tergeletak saja di atas kasur tanpa melakukan apa-apa seharian. Akhirnya nafsu makan yang sebenarnya sudah agak lebih baik beberapa hari kemaren lepas kembali. Hari ini saya cuma makan siomay 3 biji. Alhamdulillah…

Beeennci SIM Akademik, 😀

Karena tak tahan jadi pindang, akhirnya saya putuskan untuk mencorat-coret kain mori sisa tugas batik saya kemaren. Berupa dua lembar kain mori 60×100 cm. Masih bisa kalau mau dijadikan vest. YO!!
Daaan, beraksilah pensil dan jarum saya menggambar & memola. rencananya, berdasarkan sisa warna batik saya yang hanya tinggal oranye, ungu, dan pink. Maka saya memutuskan membuat batik dengan pola yang agak besar, dan berwarna cerah. Saya ingin membuat vest yang bakal saya pakai perang semester depan. Aminn…
Sebelum pekerjaan jongos masa kini saya dimulai minggu depan, setidaknya kain mori batik saya sudah berubah berwarna warni.

Hmm… Jadi rindu kanvas.
Apalagi gara2 teman yg ngeshare tutorial watercolor speed painting kemaren, OMG. Gatal tangan pengen nyobain. Tapi semua peralatan lukis dan cat-cat saya telah bermigrasi entah kemana. Beli lagi pun tak murah.. huhuuu….
Ayo ndang lulus ndang kerja ndang punya kamar dewe ndang bisa ngecat-ngecet sesuka hati. Bertahan sedikit lebih lama. Pasti bisa!!!

Jangan nyerah cuma karena harus nyelem dan renang di rawa-rawa!! Angka E itu masih bisa diganti A. Bisa.
Setelah rawa masih ada Songa. Cemangadd..!!!
Rafting lagi po’o Tuhan.. ya.. ya… 🙂

Jare Tuhan, “Lha lulus’o..”

😀 😀 😀

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s