random

Semalam di Batu, Malang

Habis berbingung, sebenarnya kenapa saya diikutkan dalam rapat dan perjalanan ke antah berantah entah tuk tujuan apa pula, akhirnya alhamdulillah juga bisa diculik ke Batu dua hari satu malam.

Dengan banyaknya muka-muka yang dulu sangat familiar, teman-teman BEM ITS, BELM FTSP, senior, teman kampus, bertemu dalam suatu kondisi yang agak canggung sebenarnya, karena telah sekian lama saya vakum dari ormas dan ormawa ITS, akhirnya dipaksa bertatap muka lagi. Dan setiap kali harus menghadapi pertanyaan, “Kemane aje jeng?” dijawab selalu sama, “hibernasi”. YEP. totally awkward. Yang satu penasaran pengen nrocos tanya macem-macem yang ditanya udah bergelagat tancap kuda-kuda buat ngaburr.. 😀 ehehek..

Nylemor mode on.

Rapat tentang pilot project program Penyelarasan Pendidikan milik Diknas diakhiri hingga jam 1 dini hari, untuk kemudian hasilnya dipresentasikan keesokan paginya. Karena jumlah peserta yang lumayan, kami dibagi menjadi beberapa kelompok saat itu. Untunglah dalam kelompokku, hanya Wahyu saja yang kukenal. Meringis cuy..!! No entertainment break. lol
Ternyata menyenangkan juga kembali ke atmosfir lama, ketemu orang-orang yang pikirannya bisa nyabang-nyabang gak kita duga akan bermuara di mana. lagi. Tapi entah kenapa, antusiasme itu tak lagi menggebu seperti dulu, mungkin karena saat ini, aku lebih percaya bahwa manusia bisa memiliki banyak wajah. Sepintar dan sekeren apa pun perkataan, pikiran, penampilan seseorang, bukan menjadi jaminan mutlak akan akhlak dan moral orang tersebut. Westalah, nganti eneq. Jadi 5 jam pertama di ruang rapat itu, aku masih mulai lagi beradaptasi dengan pikiranku sendiri. Barulah ketika kami masuk dalam kelompok-kelompok kecil aku bisa mengikuti dan kembali ke performa biasanya. Bawel kalau diskusi isu sosial. 😛

untuk tempat menginap saat itu kami menginap di hotel Metropole. Menempati kamar 3 bedroom standar dengan satu kamar mandi, dinginnya Batu tak menyurutkan nyaliku untuk mandi jam setengah 2 pagi. OMG. Teman sekamarku teriak-teriak histeris. Hahahha. Entah karena kagum atau sesungguhnya NGERI. 😀 Aku sudah terbiasa mandi malam hari, hanya saja memang airnya naudzubillah dinginnya. sedangkan keran hot waternya malah nyemburin air yang sama-sama dingin. Hadeww…
Akhirnya saya tidur kedinginan, selimutan pake handuk, hanya satu jam, jam setengah 4 bangun, mandi lagi, sholat shubuh, lalu walking-walking pagi, keliling alun-alun Batu sambil makan pentol dan nggeje poto-poto. 😀

alun-alun batu

Foto0377

Foto0373

Alun-alun Batu jam 6 pagi hari

Foto0382

Foto0371

Foto0372

Yang nyantol di mata

Foto0365

Foto0363

Foto0359

Foto0384

Foto0385

Foto0357

Hotel Metropole

batu

batu 8

batu2

batu3

batu4

batu5

batu6

batu7

batu9

LenJelen, PulKumpul

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s